2011/04/23

TetesOase#001 - Untuk Sebuah Semangat Perjuangan


Bismillahirrahmanirrahim.
Wahai  para muslimin, yang dirahmati Allah SWT dengan segala kemuliaan semenjak subuh sedari tadi hingga subuh kelak kemudian. Itu semua Allah SWT hidupkan dalam setiap hati sanubari yang tetap berpegah teguh pada jalan keberan.
Wahai para muslimin, wahai para pejuang kebenaran, wahai para aktivis yang darahnya selalu bergejolak.
Seandainya berandai-andai, jikalau pada dirimu diberikan sebuah daerah ataupun sebuah negeri, negeri dengan lingkungan yang bisa dideskripsikan tidak panas terlalu dan tidak pula dingin terlalu. Tidak manis yang terlalu dan tidak pula dengan pahit terlalu. Ia tidak gelap gulita yang terlalu dan tidak terang benderang terlalu. Dan negeri ini, wahai muslimin, tenang dan nyaman serta tidak ada yang perlu kita keluh kesahkan
Apakah daerah ini yang diinginkan oleh dirimu untuk menempati negeri  tersebut? Apakah negeri itu ingin dirimu untuk memilikinya?
TIDAK! TIDAK! SESEKALI TIDAK! TIDAK KITA INGINKAN
Ketahuilah wahai pejuang kebenaran, negeri seperti ini tidak akan menjadikan dirimu muslim yang benar, tidak menjadikan muslim yang sejati. Jiwa-jiwamu dan raga-ragamu menginginkan suatu negeri yang penuh dengan onak duri sekelilingnya, negeri yang setiap detik  tanah-tanah berdetak kencang gempa buminya, negeri yang setiap saatnya dihujani dengan hujan badai, gersang penuh berbatuan. Disanalah adanya perjuangan yang membesarkan seorang aktivis. Coba bayangkan jika tidak ada hujan maka tidak terciptalah payung dan ujung-ujungnya yang namanya badan meteorologi fisika itu tidak akan pernah ada,,, jika tidak ada onak dan duri dijalan maka manusia tidak membuat sepatu,,, jika tidak ada perjuangan maka manusia tidak pernah maju dan berdikari..
Yang namanya aktivis itu butuh perjuangan, butuh tantangan.
Hanya dengan setiap saat diremukkan, hampir luluh lantak, lalu bangkit lagi. Setiap saat diremukkan, hampir luluh lantak, lalu bangkit lagi. Setiap saat diremukkan, hampir luluh lantak, lalu bangkit lagi. Hanya dengan cara demikianlah seseorang itu bisa menjadi lebih tangguh.
Biarlah hujan emas dinegeri orang,,, walaupun hujan batu di negeri kita,,,,
Janganlah bangga diri ini nan fana disebut dengan aktivis, disebut dengan pejuang, disebut dengan orang yang pembela dengan kebenaran, bilamana kehidupanmu selalu datar saja, selalu tidak ada ujian yang mendatangi. Sungguh aktivis sejati itu menangis… menangis dilubuk hatinya, menagis di pelepah matanya jika tidak ada amanah, jika tidak ada ujian dan hambatan yang mendatanginya.
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantara kamu, dan belum nyata orang-orang yang bersabar” (Q.S. Ali-Imran:142)
Ingat, bahwa Umar bin Khatab menyebutkan taqwa itu ibarat hati-hati ditempat onak dan duri.
Lupakan dirimu akan perjuangan orang-orang yang telah mendahuluimu. Mereka berhasil mendapatkan gelar beriman, gelar bertaqwa, gelar syahid, dalam hidupnnya sesekali tidak dengan berpangku tangan. Semuanya dengan korban tetesan darah, tetesan keringat, habis harta oleh karenanya, keluarga menjamin untuk meraih gelar itu, bahkan nyawa menjadi taruhan untuk mendapatkan gelar tersebut. Nama mereka, jasa-jasa mereka tercatat harum perkat perjuangan yang mereka lakukan.
Tidakkah dirimu, wahai jiwa-jiwa muslimin, tidakkah dirimu iri akan saudara-saudara kita yang ada di Poso, saudara-saudara kita yang ada di Khasmir, saudara-saudara kita yang ada di irak, iran, Afganistan terlebih pastilah iri kita pada saudara-saudara kita di Palestina merelakan jiwa dan raga demi tegaknya dakwah. Irikah dirimu dengan Mereka telah memperoleh gelar syahid, masihkan kita bersantai ria. Iri dalam hal kebaikan itu tidak apa-apa.
 Sungguh surga itu mahal harganya…. Dan perlu sesuatu yang mahal untuk menebusnya… dan oleh karena itu jangan lah ragu untuk menukarkan apa yang kita miliki untuk ditukarkan dengan surga.
"Sesungguhnya Allah telak membeli jiwa dan harta orang-orang Mu inin dengan surga sebagai imbalannya. (Q.S. At-Taubah: 111)
Namun saudara-saudara sepejuangan, meski kita disini tidak sama halnya kondisi dengan mereka,,,, kita masih tetap bisa menegakkan fisabillah dengan cara mengoptimalisasikan apa yang kita miliki saat ini. Kita maksimalkan potensi yang ada didalam jiwa ini. Meski kit abukanlah generasi Qur’ani yang dibina langsung oleh Rasulullah sendiri, kita pasti bisa seperti generasi Qur’ani tersebut. Karena Rasul pun pernah menbangga-banggakan umat diakhir masa didepan generasi Qur’ani tersebut, meski umat tersebut belum pernah melihat Rasul, umat yang hidup jauh dari zaman Rasul tapi mereka kata Rasul, mereka cinta pada Allah dan Rasulnnya, mereka selalu berjuang dijalan da’wah demi Allah dan Rasulnya. Inginkah dirimu, wahai saudara seiman, kita bersama-sama memenuhi umat yang dibangga-banggakan Rasulullah tersebut?
Kalau iya, ayo kita segera berbenahi diri, perbanyak amalan yaumi dan tegakkan kebenaran ini dimanapun kita berada.
Tuliskan  kalimat ini didalam akal, pikiran dan hati masing-masing:
Saya memiliki kemampuan ….., maka saya meyumbangkan kemampuan ….. untuk da’wah. (isilah titik itu, lalu teriakan dengan keras)
Janganlah ragu, karena Allah sudah berjanji pada setiap pejuang yang menegakkan da’wah ini dengan surga.

2 komentar:

Dila mengatakan...

Selamat berjuang!!!
Wherever u are, wherever u go, Keep Allah in ur heart!
Keep spirit!

izzul arifi mengatakan...

syukron dila... semoga kita istiqomah dijalan Allah

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Modern Warfare 3