<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7414089196012792939</id><updated>2012-02-17T00:12:16.629+07:00</updated><category term='Q.S. At-Taubah[9]: 111'/><category term='harapan'/><category term='QS Al-Anbiya’ [21]: 87'/><category term='kecewa'/><category term='Q.S. Ali-Imran[3]:142'/><category term='doa'/><category term='sang murabbi'/><category term='sabar'/><category term='aku anak emas ibuku'/><category term='ibu'/><category term='membuka jalan ke surga'/><category term='ikhlas'/><category term='resensi film'/><category term='cinta'/><category term='pertemanan'/><category term='perjuangan'/><category term='kisah aktivis'/><category term='kisah nabi yunus'/><title type='text'>Oase Spirit</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://oasespirit.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7414089196012792939/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oasespirit.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>izzul arifi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05435898274890092541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_H5-I_AQD3aI/TUME57RA7oI/AAAAAAAAAAY/EDbNCrTH_Qs/s220/izzul%2Barifi.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7414089196012792939.post-3655472636336543121</id><published>2011-11-27T18:22:00.001+07:00</published><updated>2011-11-27T18:27:43.349+07:00</updated><title type='text'>TetesOase#004 - Catatan kecil lagi mungil dari seorang asisten praktikum - menyingkap yang tak terungkapkan dalam praktikum anorganik mengenai senyawa kompleks</title><content type='html'>warning!!! artikel motivasi ini menggunakan istilah dalam ilmu kimia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;SINTESIS DAN KARAKTERISASI KOMPLEKS KEHIDUPAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktikanku,&lt;br /&gt;Bagiku senyawa kompleks merupakan senyawa terunik yang paling ku sukai dari semua senyawa kimia yang ada.&amp;nbsp; Bukan karena aku adalah seorang kimiawan bagian anorganik dengan spesifikasi meneliti bahan material penyebabnya. Tapi melainkan keindahan yang dipancarkan senyawa kompleks itu. Adalah warna yang kusukai dari senyawa kompleks itu. &amp;nbsp;Memang jenis senyawa lain ada bisa berwarna juga tapi bagaimana “pengorbanan” dari senyawa kompleks bisa berwarna membuatku kagum padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktikanku,&lt;br /&gt;Ia, senyawa kompleks pada awalnya adalah senyawa yang telah jenuh. Akan tetapi, dalam kejenuhan itu, meski dipaksa, ia bisa melakukan ikatan lagi dengan beberapa ligan. Keterpaksaan yang sungguh sangat menyakitkan, pasalnya&amp;nbsp; dalam keterpaksaan itu mengakibatkan membelah orbital “d” nya yang sedemikian dahsyatnya menjadi dua kepingan(untuk oktahedral dan tetrahedral) bahkan terkadang lebih (untuk segi empat planar). Maka hasil dari keterpaksaan dan pengorbanan ia lakukan itu tidaklah sia-sia. Ia menjadi senyawa kompleks yang menghasilkan warna yang indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktikanku,&lt;img alt="" class="mceWPmore mceItemNoResize" data-mce-src="http://izzulword.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" src="http://izzulword.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" title="More..." /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini pun laksana senyawa kompleks itu. Kita berjalan di dunia yang fana dengan memikul beban kehidupan yang terlihat jelas diraut muka kita. Dan hidup itu selalu kejam. Meski beban hidup kita telah membuat kita merayap bahkan menjalaninya, selalu ada ligan-ligan masalah yang ditambahkan kedalam pusat hati kita.&lt;br /&gt;Ingatlah bahwa Allah SWT yang menciptakan setiap detil susunan atom didalam tubuh kita, yang memberi kita ujian dan beban kehidupan ini &amp;nbsp;paling mengetahui tentang bagaimana kemampuan kita.&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Q.S. Al Baqarah [2]: 286)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Praktikanku,&lt;br /&gt;Taukah bahwa begitu banyak peradapan yang lahir ditengah kesulitan dan penuh beban. Seperti kebudayaan Yunani dan Mesir kuno, sebagaimana kita ketahui mereka sungguh minim akan sumber daya alam akan tetapi bisa unggul dalam perihal teknologi. Dan jangan lupa jua, kejayaan khalifah Islam selama 7 abad itu bermula dari sebuah tempat yang tandus dan tiada ladang hijau disana. Sekarang ini bisa kita lihat dan saksikan bagaimana anak papua yang memenangi kompentensi olimpiase science dunia. Nah sekarang tergantung kita untuk melewati dinding energi aktivasi yang menghalangi kompleks kita agar bisa berwarna. Karena Allah tidak akan mewarnai hidup kita jika kita tidak menjadi kertas yang akan diwarnai.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”&amp;nbsp; (Q.S. Ar Ra'd [13]: 11)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;Praktikanku,&lt;br /&gt;Jika ingin hidup ini berwarna, maka komplekskan saja hidupmu itu dengan perbagai masalah dan jangan takut lagi putus asa mengoordinir kovalen ligan-ligan masalah itu. Tantang dengan lantang segala permasalahan dan beban yang diberikan selama perkuliahanmu. Ketahuilah, sekarang bisa jadi engkau berletih-letih bahkan hancur berkeping-keping tapi saya yakin diakhir cerita engkau akan bersinar laksana kompleks berwarna itu.&lt;br /&gt;Praktikanku,&lt;br /&gt;Berkhayallah sejenak, seandainya berandai-andai, jikalau pada dirimu diberikan sebuah daerah ataupun sebuah negeri, negeri dengan lingkungan yang bisa dideskripsikan tidak panas terlalu dan tidak pula dingin terlalu. Tidak manis yang terlalu dan tidak pula dengan pahit terlalu. Ia tidak gelap gulita yang terlalu dan tidak terang benderang terlalu. Dan negeri ini, wahai praktikanku, tenang dan nyaman serta tidak ada yang perlu kita keluh kesahkan&lt;br /&gt;Apakah daerah ini yang diinginkan oleh dirimu untuk menempati negeri&amp;nbsp; tersebut? Apakah negeri itu ingin dirimu untuk memilikinya?&lt;i&gt; TIDAK! TIDAK&lt;/i&gt;&lt;i&gt;‼! SESEKALI TIDAK! TIDAK KITA INGINKAN&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah wahai praktikan pencari kebenaran, negeri seperti ini tidak akan menjadikan dirimu manusia yang benar, tidak menjadikan manusia yang sejati. Jiwa-jiwamu dan raga-ragamu menginginkan suatu negeri yang penuh dengan onak duri sekelilingnya, negeri yang setiap detik&amp;nbsp; tanah-tanah berdetak kencang gempa buminya, negeri yang setiap saatnya dihujani dengan hujan badai, gersang penuh berbatuan. Disanalah adanya perjuangan yang membesarkan seorang manusia. Coba bayangkan jika tidak ada hujan maka tidak terciptalah payung dan ujung-ujungnya yang namanya badan meteorologi fisika itu tidak akan pernah ada,,, jika tidak ada onak dan duri dijalan maka manusia tidak membuat sepatu,,, jika tidak ada perjuangan maka manusia tidak pernah maju dan berdikari..&lt;br /&gt;Yang namanya hidup itu butuh perjuangan, butuh tantangan.Hanya dengan setiap saat diremukkan, hampir luluh lantak, lalu bangkit lagi. Setiap saat diremukkan, hampir luluh lantak, lalu bangkit lagi. Setiap saat diremukkan, hampir luluh lantak, lalu bangkit lagi. Hanya dengan cara demikianlah seseorang itu bisa menjadi lebih tangguh.&lt;br /&gt;Praktikanku,&lt;br /&gt;Biarlah hujan emas dinegeri orang,,, walaupun hujan batu di negeri kita,,,, dan hadapilah dengan senyuman karena behitu banyaknya rahmat Allah yang hadir mengurangi energy aktivasi dalam perwarnaan hidupmu itu.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;“Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (Q.S. Yusuf [12]: 87)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;DAN SEBAIK-BAIK ATOM PUSAT DIDALAM KEHIDUPAN&amp;nbsp; YANG KOMPLEKS INI AGAR MENJADI CAHAYA YANG INDAH ADALAH IMAN DAN TAKWA "izzumo 4/11/11"&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7414089196012792939-3655472636336543121?l=oasespirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oasespirit.blogspot.com/feeds/3655472636336543121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://oasespirit.blogspot.com/2011/11/tetesoase004-catatan-kecil-lagi-mungil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7414089196012792939/posts/default/3655472636336543121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7414089196012792939/posts/default/3655472636336543121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oasespirit.blogspot.com/2011/11/tetesoase004-catatan-kecil-lagi-mungil.html' title='TetesOase#004 - Catatan kecil lagi mungil dari seorang asisten praktikum - menyingkap yang tak terungkapkan dalam praktikum anorganik mengenai senyawa kompleks'/><author><name>izzul arifi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05435898274890092541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_H5-I_AQD3aI/TUME57RA7oI/AAAAAAAAAAY/EDbNCrTH_Qs/s220/izzul%2Barifi.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7414089196012792939.post-2444692680105839357</id><published>2011-08-23T09:58:00.002+07:00</published><updated>2011-08-26T10:13:34.317+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ikhlas'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='harapan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kecewa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='QS Al-Anbiya’ [21]: 87'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pertemanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah nabi yunus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sabar'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah aktivis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='doa'/><title type='text'>TetesOase#003 - Bisa Jadi Dia Mengecewakanmu tapi Hapuslah Air Mata Kecewamu dengan Cinta</title><content type='html'>Kadang kita merasa ingin keluar dari sebuah organisasi karena kecewa   dengan orang-orang didalamnya yang tidak sevisi dengan kita. Kadang kita merasa ingin marah pada   seseorang karena kecewa dengan dirinya telah melakukan kesalahan pada kita&lt;span class="text_exposed_show"&gt;.  Kadang kita merasa ingin berpaling pada  teman seperjuangan kita karena telah ada fitnah tentangnya yang mengecewakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Al-Qur’an, ada sebuah kisah menarik tentang seseorang yang kecewa dan bagaimana akhirnya. Ingatlah akan kisah Dzunnun &amp;nbsp;(sahabat ikan) yakni nabi Yunus A.S. dijuluki   demikian disebabkan ia dikurung Allah SWT dalam ikan paus atas   kesalahannya. Ia kecewa pada kaum yang tidak mengikuti seruan. Lalu   dengan rasa marah lagi kecewa, ia pergi meninggalkan kaumnya yang membangkang tanpa seizin Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi  dalam keadaan  marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan  mempersempitnya  (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang  sangat gelap,  ‘Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau.  Maha Suci  Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang  zalim.’” (QS  Al-Anbiya’ [21]: 87)&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa kecewa itu wajar dan biasa. Hal baiknya jika meneluri asal muasal kecewa, akan ditemukan adanya kecewa  berarti adanya cinta disana. Kecewa itu hadir karena harapan cinta yang  tidak terpenuhi &amp;nbsp;atau  pupus ditengah jalan. Oleh karena kecewa itu  hadir dikarena cinta, maka  menyelesaikannya pun dengan cinta jua. Bukan  dengan marah bahkan  menjauhi objek yang mengecewakan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kita yang kecewa ini berpaling padanya, dirimu   tinggalkannya, bahkan pergi tak kembali, &lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;itu berarti &lt;/span&gt;&lt;span class="text_exposed_show"&gt;membiarkan hati dan raganya dalam   keadaan merana. Merana baik sadar maupun tak sadar oleh ia. Hingga   semakin jauhlah nilai-nilai kebaikan. Semakin tiada lagi yang   mengingatkan untuk kesalahan yang diperbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai teman yang telah selama ini sesakit dan sesenangnya dalam   menghadapi perjuangan kehidupan, jangan sampai kecewa membakar habis   cinta kita pada teman itu. Sehingga kita pergi meninggalkannya,  Hadapilah kecewa itu lewat mantera cinta yang disebut sabar dan ikhlas.  Memang telah dirimu utarakan nasehat padanya sejuta kali, namun ia   tidak juga berubah. Maka hadapilah dengan sabar. Bisa jadi nasehatmu yang ke sejuta satu akan   meluluhkan hatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perluruslah kembali niatmu atas dasar apa engkau  berteman  dengan dirinya. Dan sebaik-baik pertemanan itu adalah teman  atas dasar  karena Allah SWT, pertemanan untuk tolong menolong dalam kebaikan. Maka pertinggikanlah pilar-pilar niat  keikhlasan  lagi, agar rasa persahabatan itu itu tak tersentuh kobaran  api  kecewamu. Dan terakhir, ikat simpulkanlah pertemananmu itu dihati   dengan doa. Doa untuk &amp;nbsp;mereka agar tersadar. Doa untuk pertemanan itu tidak terkoyakan lagi terpisahkan. Karena doa adalah sebuah   harapan yang bisa mengubah takdir dengan seizin Allah. Karena harapan itu masih ada untuk perubahan yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7414089196012792939-2444692680105839357?l=oasespirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oasespirit.blogspot.com/feeds/2444692680105839357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://oasespirit.blogspot.com/2011/08/tetesoase003-bisa-jadi-dia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7414089196012792939/posts/default/2444692680105839357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7414089196012792939/posts/default/2444692680105839357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oasespirit.blogspot.com/2011/08/tetesoase003-bisa-jadi-dia.html' title='TetesOase#003 - Bisa Jadi Dia Mengecewakanmu tapi Hapuslah Air Mata Kecewamu dengan Cinta'/><author><name>izzul arifi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05435898274890092541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_H5-I_AQD3aI/TUME57RA7oI/AAAAAAAAAAY/EDbNCrTH_Qs/s220/izzul%2Barifi.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7414089196012792939.post-459861738132577007</id><published>2011-05-28T00:42:00.002+07:00</published><updated>2011-08-26T10:15:23.504+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='resensi film'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aku anak emas ibuku'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='membuka jalan ke surga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cinta'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sang murabbi'/><title type='text'>TetesOase#002 - ketika sang murabbi mengali cinta pada orang tua</title><content type='html'>Dalam menit-menit pertama, bertubi-tubi hikmah yang dikirimkan dalam film Sang Murabbi&lt;sup&gt;(3)&lt;/sup&gt;.  Tak seperti film kebanyakan sekarang yang sungguh begitu banyak  mengumbar humor yang mencela fisik orang lain dan aurat digembar  gemborkan tapi minim aspek intisari hikmah didalamnya. Sang Murabbi,  film yang diangkat dari kehidupan seorang ustadz Rahmat Abdullah, dengan  durasi 93 menit ini saja menyimpan berbagai hikmah laksana buku-buku  yang tersusun diperpustakaan.&lt;br /&gt;Dari bagian film tesebut ada hal  yang menarik untuk dibawah ketengah pembicaraan. Pada screen bagian  awal, kita akan melihat bagaimana Ustadz Rahmat Abdullah sungguh besar  keinginannya untuk pergi berangkat ke Mesir guna menimba ilmu. Suatu  kali beliau mendapat kesempatan untuk belajar ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://izzulword.files.wordpress.com/2011/05/sangmurabbi1.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://izzulword.files.wordpress.com/2011/05/sangmurabbi1.jpg" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Ketika diberitahukan gurunya, Rahmat Abdulllah mengucapkan rasa puji dan  syukurnya kepada Allah SWT atas kesempatan untuk bisa studi ke Mesir&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Akan tetapi, karena sang Ibunda berat melepaskannya pergi jauh merantau  belajar ke Mesir, ia pun mengurungkan hasratnya yang mengebu-gebu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://izzulword.files.wordpress.com/2011/05/sangmurabbi2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://izzulword.files.wordpress.com/2011/05/sangmurabbi2.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;“lagian kalo lo pergi jauh, ntar ibuk kangen bagaimana dong?” kata Ibunda Rahmat Abdullah berat hati melepaskan anaknya.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://izzulword.files.wordpress.com/2011/05/sangmurabbi3.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://izzulword.files.wordpress.com/2011/05/sangmurabbi3.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mendengarkan curhatan ibundanya yang susah sekali melepaskan.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://izzulword.files.wordpress.com/2011/05/sangmurabbi4.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://izzulword.files.wordpress.com/2011/05/sangmurabbi4.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mendengarkan nasehat gurunya, meski tidak melanjutkan studi ke Mesir,  janganlah meyerah karena dimanapun kita berada kita merupakan dai yang  siap meyebarkan benih-benih kejayaan Islam.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita bagaikan ikan dilautan yang mencari air tanpa sadar  sekelilingnya adalah air. Kita mencari bagaimana bentuk cinta itu  padahal sekeliling kita telah dihiasi oleh cinta itu sendiri. Salah  satunya cinta dari kedua orang tua kita yang aliran cinta tak henti  bagai mentari yang menyinari cahaya.&lt;br /&gt;Mungkinkah seseorang  berbicara dan mengekspesikan cinta yang suci sedang ia tidak peduli akan  ibu bapaknya yang telah memberikan cinta setulus hati tanpa pamrih?  Tentu saja &lt;img alt="" class="mceWPmore mceItemNoResize" data-mce-src="http://izzulword.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" src="http://izzulword.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" title="More..." /&gt;itu  mustahil. Sangatlah penting bagi seorang mukmin agar &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;setiap tindakannya  mendapat restu dari ibu bapak. Menjadi nilai ibadah di dalamnya  dikarenakan doa restu ibu bapaknya yang menyertai. Apapun itu pilihan  yang kita lakukkan hendaklah mendapatkan restu dari kedua orang tua.  Sebuah jihad mempunyai keutamaan yang paling besar namun Rasul menyuruh  seseorang untuk meminta restu orang tua sebelum menunaikan jihad itu  sendiri.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;address&gt;&lt;i&gt;Jahimah mendatangi Nabi SAW dan berkata, “Wahai Rasul Allah, aku ingin ikut berperang dan aku datang meminta masehat kepadamu.”&lt;/i&gt;&lt;/address&gt;&lt;address&gt;&lt;i&gt;Rasulullah SAW berkata, “Apakah kamu masih memiliki ibu?”&lt;/i&gt;&lt;/address&gt;&lt;address&gt;&lt;i&gt;“Ya.”&lt;/i&gt;&lt;/address&gt;&lt;address&gt;&lt;i&gt;Rasulullah SAW berkata, “Berbuat baiklah kepadanya karena surga berada di kedua telapak kaki ibu.” (HR An - Nasai). &lt;sup&gt;(1)&lt;/sup&gt;&lt;/i&gt;&lt;/address&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Dalam  sebuah hadis yang lain disebutkan jua bahwa dalam urgensi penting  seperti hijrah sekalipun, restu orangtua harus dimiliki menyertai amal  itu.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;address&gt;&lt;i&gt;Dari ‘Abdullah ibnu ‘Umar, seorang  laku-laki mendatangi Nabi SAW kemudian berkata kepada beliau, “Saat aku  berbait kepadamu untuk hijrah, aku tinggalkan kedua orang tuaku dalam  keadaan sedang menangis.”&lt;/i&gt;&lt;/address&gt;&lt;address&gt;&lt;i&gt;Rasulullah SAW  berkata, “Kembalilah kepada kedua orang tuamu dan perlakukanlah mereka  berdua hingga tertawa gembira sebagaimana kamu telah membuat mereka  menangis.” (HR An - Nasai). &lt;sup&gt;(1)&lt;/sup&gt;&lt;/i&gt;&lt;/address&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;Rasulullah  telah meletakkan bagaimana sebuah persamaan yang sangat luar biasa  indahnya, bagaimana hubungan mengesakan Allah swt (&lt;i&gt;tauhid&lt;/i&gt;) sebanding dengan bagaimana kita berbakti pada kedua orang tua (&lt;i&gt;birrul walidayn&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;i&gt;Dari  Abdullah bin Umar r.a., Rasulullah SAW bersabda, “RIdho Allah terletak  pada ridho kedua orang tua, dan murka Allah terletak pada murka kedua  orang tua,” (H. R. Al-Hakim)&lt;sup&gt;(2)&lt;/sup&gt;&lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;address&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;/address&gt;&lt;/blockquote&gt;Oleh  karena itu sertakanlah restu beliau dalam keputusan kita karena sungguh  nasehat beliau lewat kata maupun ucapannya itu tulus karena cinta murni  dan karena untaian katanya merupakan doa.&lt;br /&gt;Fenomena yang acap kali  terdengar di kalangan masyarakat mengenai kawin lari karena pasangan  yang akan dinikahinya tak direstui orang tua. Nah bagaimana keluarga itu  bisa diredhoi Allah dan Rasulnya jika kedua ibu dan bapaknya saja tak  merestui. Berbakti kepada orang tua adalah sebuah pilar untuk membangun  peradapan yang besar. Karena keluarga merupakan komponen terkecil dari  sebuah bangsa, jika setiap komponen keluarga rusak, otomatis rusaklah  bangsa itu.&lt;br /&gt;Tentu kewajiban kita menurut orang tua kita adalah  sepanjang jalur rel islami. Jika sudah keluar dari apa-apa yang  tercamtum dalam Al-Quran dan hadist, kita tak harus mematuhi beliau.  Namun untuk menolak, hendaklah dalam perkataan yang sopan santun. Meski  betolak belakang pemikiran kita dengan orang tua, janganlah berbicara  keras apalagi kasar.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;address&gt;&lt;i&gt;Dan Tuhanmu telah  memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu  berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang  di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam  pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada  keduanya perkataan “ah”&amp;nbsp; dan janganlah kamu membentak mereka dan  ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (Q.S. Al-Israa’(17):23)&lt;/i&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/address&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Meskipun  seorang muslim memeliki kedua orang tua yang masih kafir, ia hendaklah&amp;nbsp;  berbuat baik kepada mereka. Tentu saja menaatinya selama masih dalam  koridor apa-apa yang ditetapkan dalam Islam.&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;address&gt;&lt;i&gt;Dari  Asma’ binti Abu Bakar disebutkan, “Ibuku datang kepadaku. Dia dalam  keadaan musyrik dengan jaminan kaum Quraisy saat Rasulullah SAW membuat  penjanjian dengan mereka. Kemudian aku meminta nasehat kepada  Rasulullah:&lt;/i&gt;&lt;/address&gt;&lt;address&gt;&lt;i&gt;Aku berkata, “Ibuku telah datang  kepadaku sedangkan ia betul-betul menginginkan aku dapat berbakti  kepadanya. Apakah aku harus menyambung silaturrahmi dengan ibuku?”&lt;/i&gt;&lt;/address&gt;&lt;address&gt;&lt;i&gt;Rasulullah SAW menjawab, “Ya, sambunglah tali silaturrahmi dengan ibumu.” (HR Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).&lt;sup&gt;(2)&lt;/sup&gt;&lt;/i&gt;&lt;/address&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;address&gt;&amp;nbsp;&lt;/address&gt;&lt;address&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Sumber Inspirasi:&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sup&gt;(1) &lt;/sup&gt;Adhim, Muhammad Fauzil. 2004. &lt;i&gt;Membuka Jalan ke Surga; Menyempurnakan Nikmat Menuju Hidup Penuh Rahmat&lt;/i&gt;. Bekasi: Pustaka Inti.&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sup&gt;(2) &lt;/sup&gt;Sandhiyudha, Arya AS. 2009. &lt;i&gt;Aku Anak Emas Ibuku; “Hadiah” bagi Ibu Pertiwi.&lt;/i&gt; Jakarta: Rumah Semesta.&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;address&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;sup&gt;(3)&lt;/sup&gt; Sang Murabbi; mencari spirit yang hilang (film). 2008. Majelis Budaya Rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/address&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7414089196012792939-459861738132577007?l=oasespirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oasespirit.blogspot.com/feeds/459861738132577007/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://oasespirit.blogspot.com/2011/05/tetesoase002-ketika-sang-murabbi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7414089196012792939/posts/default/459861738132577007'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7414089196012792939/posts/default/459861738132577007'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oasespirit.blogspot.com/2011/05/tetesoase002-ketika-sang-murabbi.html' title='TetesOase#002 - ketika sang murabbi mengali cinta pada orang tua'/><author><name>izzul arifi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05435898274890092541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_H5-I_AQD3aI/TUME57RA7oI/AAAAAAAAAAY/EDbNCrTH_Qs/s220/izzul%2Barifi.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7414089196012792939.post-8203955277355964166</id><published>2011-04-23T06:23:00.001+07:00</published><updated>2011-08-26T10:17:56.695+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Q.S. At-Taubah[9]: 111'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Q.S. Ali-Imran[3]:142'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='perjuangan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kisah aktivis'/><title type='text'>TetesOase#001 - Untuk Sebuah Semangat Perjuangan</title><content type='html'>&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bismillahirrahmanirrahim.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Wahai&amp;nbsp; para muslimin, yang dirahmati Allah SWT dengan segala kemuliaan semenjak subuh sedari tadi hingga subuh kelak kemudian. Itu semua Allah SWT hidupkan dalam setiap hati sanubari yang tetap berpegah teguh pada jalan keberan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Wahai para muslimin, wahai para pejuang kebenaran, wahai para aktivis yang darahnya selalu bergejolak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seandainya berandai-andai, jikalau pada dirimu diberikan sebuah daerah ataupun sebuah negeri, negeri dengan lingkungan yang bisa dideskripsikan tidak panas terlalu dan tidak pula dingin terlalu. Tidak manis yang terlalu dan tidak pula dengan pahit terlalu. Ia tidak gelap gulita yang terlalu dan tidak terang benderang terlalu. Dan negeri ini, wahai muslimin, tenang dan nyaman serta tidak ada yang perlu kita keluh kesahkan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apakah daerah ini yang diinginkan oleh dirimu untuk menempati negeri&amp;nbsp; tersebut? Apakah negeri itu ingin dirimu untuk memilikinya? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;TIDAK! TIDAK&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;‼&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;! SESEKALI TIDAK! TIDAK KITA INGINKAN&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ketahuilah wahai pejuang kebenaran, negeri seperti ini tidak akan menjadikan dirimu muslim yang benar, tidak menjadikan muslim yang sejati. Jiwa-jiwamu dan raga-ragamu menginginkan suatu negeri yang penuh dengan onak duri sekelilingnya, negeri yang setiap detik&amp;nbsp; tanah-tanah berdetak kencang gempa buminya, negeri yang setiap saatnya dihujani dengan hujan badai, gersang penuh berbatuan. Disanalah adanya perjuangan yang membesarkan seorang aktivis.&lt;/span&gt; Coba bayangkan jika tidak ada hujan maka tidak terciptalah payung dan ujung-ujungnya yang namanya badan meteorologi fisika itu tidak akan pernah ada,,, jika tidak ada onak dan duri dijalan maka manusia tidak membuat sepatu,,, jika tidak ada perjuangan maka manusia tidak pernah maju dan berdikari..&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Yang namanya aktivis itu butuh perjuangan, butuh tantangan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hanya dengan setiap saat diremukkan, hampir luluh lantak, lalu bangkit lagi. Setiap saat diremukkan, hampir luluh lantak, lalu bangkit lagi. Setiap saat diremukkan, hampir luluh lantak, lalu bangkit lagi. Hanya dengan cara demikianlah seseorang itu bisa menjadi lebih tangguh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Biarlah hujan emas dinegeri orang,,, walaupun hujan batu di negeri kita,,,,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Janganlah bangga diri ini nan fana disebut dengan aktivis, disebut dengan pejuang, disebut dengan orang yang pembela dengan kebenaran, bilamana kehidupanmu selalu datar saja, selalu tidak ada ujian yang mendatangi. Sungguh aktivis sejati itu menangis… menangis dilubuk hatinya, menagis di pelepah matanya jika tidak ada amanah, jika tidak ada ujian dan hambatan yang mendatanginya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;“&lt;i&gt;Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantara kamu, dan belum nyata orang-orang yang bersabar” (Q.S. Ali-Imran:142)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ingat, bahwa Umar bin Khatab menyebutkan taqwa itu ibarat hati-hati ditempat onak dan duri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lupakan dirimu akan perjuangan orang-orang yang telah mendahuluimu. Mereka berhasil mendapatkan gelar beriman, gelar bertaqwa, gelar syahid, dalam hidupnnya sesekali tidak dengan berpangku tangan. Semuanya dengan korban tetesan darah, tetesan keringat, habis harta oleh karenanya, keluarga menjamin untuk meraih gelar itu, bahkan nyawa menjadi taruhan untuk mendapatkan gelar tersebut. Nama mereka, jasa-jasa mereka tercatat harum perkat perjuangan yang mereka lakukan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tidakkah dirimu, wahai jiwa-jiwa muslimin, tidakkah dirimu iri akan saudara-saudara kita yang ada di Poso, saudara-saudara kita yang ada di Khasmir, saudara-saudara kita yang ada di irak, iran, Afganistan terlebih pastilah iri kita pada saudara-saudara kita di Palestina merelakan jiwa dan raga demi tegaknya dakwah. Irikah dirimu dengan Mereka telah memperoleh gelar syahid, masihkan kita bersantai ria. Iri dalam hal kebaikan itu tidak apa-apa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&amp;nbsp;Sungguh surga itu mahal harganya…. Dan perlu sesuatu yang mahal untuk menebusnya… dan oleh karena itu jangan lah ragu untuk menukarkan apa yang kita miliki untuk ditukarkan dengan surga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="margin: 0cm 0cm 6pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;"Sesungguhnya Allah telak membeli jiwa dan harta orang-orang Mu inin dengan surga sebagai imbalannya. (Q.S. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN" style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;t-Taubah: 111) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Namun saudara-saudara sepejuangan, meski kita disini tidak sama halnya kondisi dengan mereka,,,, kita masih tetap bisa menegakkan fisabillah dengan cara mengoptimalisasikan apa yang kita miliki saat ini. Kita maksimalkan potensi yang ada didalam jiwa ini. Meski kit abukanlah generasi Qur’ani yang dibina langsung oleh Rasulullah sendiri, kita pasti bisa seperti generasi Qur’ani tersebut. Karena Rasul pun pernah menbangga-banggakan umat diakhir masa didepan generasi Qur’ani tersebut, meski umat tersebut belum pernah melihat Rasul, umat yang hidup jauh dari zaman Rasul tapi mereka kata Rasul, mereka cinta pada Allah dan Rasulnnya, mereka selalu berjuang dijalan da’wah demi Allah dan Rasulnya. Inginkah dirimu, wahai saudara seiman, kita bersama-sama memenuhi umat yang dibangga-banggakan Rasulullah tersebut? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kalau iya, ayo kita segera berbenahi diri, perbanyak amalan yaumi dan tegakkan kebenaran ini dimanapun kita berada.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tuliskan &amp;nbsp;kalimat ini didalam akal, pikiran dan hati masing-masing:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Saya memiliki kemampuan ….., maka saya meyumbangkan kemampuan ….. untuk da’wah.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt; (isilah titik itu, lalu teriakan dengan keras)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Janganlah ragu, karena Allah sudah berjanji pada setiap pejuang yang menegakkan da’wah ini dengan surga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 6pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7414089196012792939-8203955277355964166?l=oasespirit.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://oasespirit.blogspot.com/feeds/8203955277355964166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://oasespirit.blogspot.com/2011/04/tetesoase001-untuk-sebuah-semangat.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7414089196012792939/posts/default/8203955277355964166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7414089196012792939/posts/default/8203955277355964166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://oasespirit.blogspot.com/2011/04/tetesoase001-untuk-sebuah-semangat.html' title='TetesOase#001 - Untuk Sebuah Semangat Perjuangan'/><author><name>izzul arifi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05435898274890092541</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='19' src='http://1.bp.blogspot.com/_H5-I_AQD3aI/TUME57RA7oI/AAAAAAAAAAY/EDbNCrTH_Qs/s220/izzul%2Barifi.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry></feed>
